Senin, 19 November 2018

Perubahan ialah abadi

Malam ini jiwa dan ragaku terasa hangat
Bintang dan bulan seakan memberi isyarat
Hujan bersembunyi dibalik awan pekat
Hati tergerak menghibur penat

Inginku melipatgandakan waktu
Ketika pilu tak hadir menganggu
Mulai ku rasakan duniaku
Lebih indah dari laju pikirku

Hening dan damai membalut rasa
Mengalun merasuk memeluk jiwa
Menyelimuti untaian pembuluh nadi
Dalam aliran kasih sanubari

Rasa syukur ku panjatkan 
Tak henti-hentinya, tak jemu-jemunya

Namun tetap ingatkan pada raga
Perubahan ialah abadi hukumnya
Semua kan berwujud pada kenyataan
Bermanja suasana bukanlah pilihan

Minggu, 18 November 2018

Racikan ketulusan

secangkir kopi pahit hangat 
menyimpan sejuta kata untuk diseduh
setia tuk menahan kantuk,
namun bukan tuk menahan rindu

dan sebelum detik mulai terasa pahit
pernah kupinjam namamu
untuk menamai kopi racikanku, indah bukan?

sekali lagi ku ingatkan
kau menyianyiakan racikan ketulusan

memang dalam indahnya sebuah kebersamaan
selalu ada pahitnya kecemburuan 
berpadu dalam rindu dan kasih
seperti kopi hangat yg ku seduh

jika mencoba menikmatinya
pasti ingin berkali-kali menyeduhnya
jika tidak, maka akan tergeletak
itulah cerita cinta dari segelas racikan kopi ku

selamat malam menjelang pagi πŸ˜… haha, yes this time is better to make a creativity words, haha i mean that poetryyy. memang ketika menjelang pagi, bukannya diriku insom gabisa tidur terus mikirin yang engga2, tapi aku malah ngerasa productive untuk ngejalanin hobi ku untuk nulis puisi dan inspirasi untuk make tones of poetry be the lyrics of the song!! yhaaa karena someday beberapa puisi akan ku publish menjadi laguuu!! can't wait? yep yep ditunggu saja πŸ˜† pas udah lowong waktunya ya abis sidang skripsi tentunya :)) mohon doa restu πŸ™πŸ» 

ohya puisi kali ini menggambarkan tentang rasa. rasa kopi yang menggambarkan suatu perasaan dari manusia. dimana ketika orang yg sedang merasakan jatuh cinta atau menjalin cinta, tentunya banyak hal yang menjadi bumbu dari sebuah hubungan. entah itu kesedihan, kesabaran, kecemburuan, bahkan kemarahan. nah, jika sudah lebih dalam lagi memaknai arti cinta, sebenarnya semua dapat terjawab jika 'memang cinta'. jadi jangan tertipu dengan kata dan rayuan manis cinta dari ucapan semata, karena cinta sesungguhnya akan menunjukkan sebuah kebebasan dalam sebuah ikatan. pahamkah maksudnya? jadi dalam sebuah ikatan hubungan ada suatu komitmen untuk membuat diri masing-masing menjadi diri yang seutuhnya dengan kebebasan diri untuk menunjukkan versi diri terbaiknya lho ya! bukan penuh aturan dan batasan yang bikin kamu jadi bukan diri kamu yang seutuhnya lagi, alias enggak berkembang. better relationship is 100% you with self-love,  100% your partner and her/him self-love. if this combine, you will sharing a lot of to others and of course be complementary 😘  

nah biasanya jika ada miss-com (komunikasi), maka perselisihan mulai muncul entah dari hal kecil sampai ke hal yang lebih besar hingga berujung perpisahan. padahal diri sendiri belum tentu paham maksud dari partner, mungkin saja diri sendiri hanya sibuk dengan persepsi/pemikiran sendiri. padahal maksudnya si 'doi' enggak seperti apa yang diri kita pikirkan. jadi butuh bangeeet kerendahan hati and geser dulu nih yang namanya 'gengsi dan ego' demi mengetahui sejelas-jelasnya! walau merasa diri benar, tetap saja kita sebaiknya mengetahui motif atau alasan real dari partner. karena kebenaran tidak mutlak lho, apa yang kita anggap benar ya belum tentu benar sepenuhnya. bagaimana jika kita merasa benar dan dia juga merasa benar? waduhhh 😩 gabakal nemu titiknya deh. 

coba dilihat, pada bait ini


"jika mencoba menikmatinya
pasti ingin berkali-kali menyeduhnya
jika tidak, maka akan tergeletak
itulah cerita cinta dari segelas racikan kopi ku"

kadang ketika sudah menjalani hubungan, ada ungkapan "wah dia ternyata gini ya aslinya" atau "duh dia kok gini sih, berubah, gak kayak diawal" nahyooo, bener atau bener? hahahaha ya kali manusia sifatnya mutlak, ya kali manusia selama hidup muncul pribadi baik-baiknya aja. manusia itu kompleks dan unik, begitu juga pasangan kita. seberapapun kita pikir dia sempurna, sebaiknya tetap siap menerima perubahan atau kekurangan yang pada akhirnya tampak. nikmati prosesnya, tetap berusaha *saling* memperbaiki atau melengkapi.

lain halnya  jika sudah mentok tidak mampu melengkapi, maka ada baiknya juga untuk tidak memaksakan kehendak, tidak memaksakan hubungan agar tetap bertahan lama untuk sebuah pencitraan atau penilaian sosial, walau diri merasa tersakiti sampai banyak berkorban yang tidak sepatutnya. wah jika begini mulai siaga ya. menjalin hubungan adalah suatu kebutuhan saling melengkapi, saling mencintai, saling membutuhkan, saling membangkitkan, saling mendukung, saling setia. suatu kebutuhan dari kepribadian diri sendiri untuk melengkapi kepribadian partner (apakah sanguin, melankolis, plegmatis, atau koleris, disesuaikan).

ingat, setiap orang memiliki hak untuk mencintai dan dicintai. cinta adalah cinta, menyakiti adalah menyakiti, menyakiti bukanlah cinta, disakiti apalagi. di dalam cinta tidak akan pernah ada kesengajaan untuk menyakiti atau merasa sakit. baca : kesengajaan. hanya saja kesalahan yang khilaf muncul dan bisa dihitung jumlahnya. selain itu, maka bukanlah cinta yang murni. 

Kamis, 15 November 2018

El secreto

jangan bilang-bilang 
ini rahasia 
aku tak mau ada yang tau
ini aku sembunyikan

aku menyimpannya baik-baik
menaruhnya dengan rapi 
menjaganya agar utuh
aku dapat bukanlah suatu kebetulan

jangan salah sangka 
ini bukan benda 
bukan juga warna 
namun mampu menyilaukan raga

apakah si pembaca menebaknya
masih penasaran dibuatnya
ku harap pun begitu
karena ini rahasia.


hahaha
rada menyebalkan? semoga aja ya, aku suka. tiba-tiba mikir bahasa spanyol dari rahasia itu apa ya? langsung cek google translate πŸ€“ trus iseng buat tulisan beginian. dan sekarang lanjut tidur dulu, udah lega dapet nulis yang ada unsur ngeselinnya.

Tersapu jarak waktu

Suara deru ombak iringi lamunan
Nikmati sentuhan sayupnya angin 
Berdiri ku sendiri dalam relung sepi
Berdiri ku menepi mengikis sanubari

Gerak langkah menyusuri garis pantai
Bak mengukur jarak noktah pilu
Jejak langkah menapak berantai
Menyimpan asa nan kian beradu

Ku termangu dalam hayal fana
Mengembara kelabui batas nyata
Terbuai hati terpaut rona 
Terpana dibuat alpha

Memori tersapu jarak waktu
Kian mengusik gumparan rindu
Rasa rebah di peraduan hampa
Berpendar pudar tak lagi sama


Makna dari sang penulisπŸ™„
Hal apapun yang sudah berlalu hanya menyisakan kenangan. Kenangan yang tersimpan dalam memori yang menetap dalam batas hayal. Semuanya tak lagi sama, bayangan masa lalu sebenarnya hanya sebagian kecil dari hidupmu. Jika dirasakan pun akan pudar dan tak lagi seperti sedia kala. Teruslah melangkah menggapai hal yang jauh lebih indah di hari berikutnya, karena masih banyak ada bagian hidup yang belum dijelajahi. Menengok sebentar ke belakang, tuk memastikan diri sudah melangkah jauh di depan.

*terbangun tengah malam, eh malah puisian :) 
kurang puitis apa lagi hidupku penuh dengan perumpamaan kata πŸ˜ŒπŸ˜…

Rabu, 14 November 2018

Empunya Asap

Asap mengepul
Tersayup angin
Sebatas garis dagu
Terbang dan hilang

Silau terhalang sinar
Namun tak lama
Semakin nampak
Empunya asap

Api kukira
Bukan, bukan api
Hanya corong kecil
Pengiring roda dua

Corong ku kira
Bukan, bukan corong
Ia pengendali
Tanpanya asap tak kan muncul

Derap langkah semakin jelas
Empunya datang
Insan
Tak sebatas pengendali

Pencari, penjelajah
Pecinta alam nan indah
Penikmat sentuhan embun
Bebas, lepas, tak terbatas

Pikiran dan jarak melintas
Diluar nalar dan khayal
Jauh mengembara
Sebuah dambaannya

Hanya saja
Bila gelisah datang
Terlena, berjalan jauh
Tergulung arus waktu

Hati, pikiran alpa
Satunya jalan merajut doa
Menggiring langkah pulang ke rumah
Menjemput sang belahan jiwa


Sebuah tulisan menggambarkan sebuah pertemuan. Pertemuan singkat namun seperti membaca buku dalam dirinya. Awal ku kira hanya asap, yang muncul lalu hilang perlahan. Namun, ternyata tidaklah salah. Pertemuan itu memang seperti asap yang dihasilkan oleh api dengan waktu kobar yang lebih lama. Asap itu lalu menghilang ketika api sudah saatnya untuk menjadi gumpalan arang. Tak ada yang mampu memberhentikan waktu, tak ada yang mampu menahannya walau sedetikpun. Ketika sudah saatnya hanya waktu yang mampu mengubah segalanya. Hanya waktu yang mampu memberikan ruang pertemuan dan waktu juga memberikan ruang perpisahan. Semua hanya waktu, sang waktu. 

Pelita


PELITA

Pelita hati
Bersinar memenuhi ruang hati
Secercah cahaya menerangi kalbu yang kelabu
Mengubah pilu menjadi rindu

Bukan inginku merasa hampa
Bukan hasratku memeluk lara
Angan tentu ingin bahagia
Bersama cinta membalut luka

Hari dimana aku berdiri
Mengucap kata penuh doa
Andai kutuliskan semua
Tak kan habis kau baca

Berjalan ku telusuri waktu
Bertanya ku bersama waktu
Berdoa ku bersama waktu
Bahagia ku bersama waktu

Waktu bagaikan saksi bisu
Menyimpan semua misteri
Kemungkinan yang mungkin menjadi harapan
Penantian yang mungkin berujung pergantian

Pelita kini hadir bersama waktu
Menuntunku melukis warna baru
Indah, sungguh ku menyukainya
Walau ku tahu ini bukan akhir segalanya



Senin, 30 April 2018

Cahaya Suci

Sinarmu mampu terangi gelapnya bumi
Cahaya suci anugerah Ilahi
Datang pancarkan kehangatan malam
Menemani hingga pagi menjelang

Kedatanganmu selalu dinantikan
Menjadi penerang hati setiap insan
Mengisi ruang kosong pada jiwa
Berikan ketenangan bila dipandang

Elok rupa indah menawan
Bentuk melingkar tak berujung
Pantulkan sinar sang mentari
Demi mewarnai seisi bumi

Tak satupun orang jenuh memandangmu dari kejauhan
Ditambah lagi sinar bintang bertaburan
Berdampingan ataupun mengitari
Kau terlihat istimewa dibuatnya

Tak satupun menyerupai bentukmu dikala malam
Rupamu membuat orang takjub
Bak pemanis suasana,
Bila sang kekasih menikmati pancaran sinarmu

Itulah kau
Wahai Bulan Purnama

Selasa, 24 April 2018

Menikmati Sabar

Setelah beberapa bulan ga aktif ngeblog, sekarang nyoba nulis lagi. Tentunya ide-ide muncul ditemani dengan secangkir kopi hangat, dan akhir-akhir ini lagi suka ngopi tanpa gula. Awalnya sih karena kemarin ada yang nanyain tulisanku lewat sosmed IG, yah lumayan bikin aku mikir sih 'ternyata ada juga yang menyukai dan menanti tulisanku untuk dirilis yaaa'. haha rada seneng! Lumayan nigkatin mood buat nulis.
Fyi, nulis di blog ini emang murni buah pikiran sih, jadi ga copas tulisan orang, buatnya sesuai pengalaman hidup, baik dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Jadi ditelaah dulu, baru deh ditulis biar bisa berbagi sama kalian, #eaaa. Tentunya butuh kesabaran berfikir, disela-sela skripsian tetap punya niat nulis di blog. Yup, kali ini bukan puisi romantika atau semacamnya, tapi ala artikel gitu topiknya tentang Menikmati Sabar.  Selamat membaca. 😊