Setelah beberapa bulan ga aktif ngeblog, sekarang nyoba nulis lagi. Tentunya ide-ide muncul ditemani dengan secangkir kopi hangat, dan akhir-akhir ini lagi suka ngopi tanpa gula. Awalnya sih karena kemarin ada yang nanyain tulisanku lewat sosmed IG, yah lumayan bikin aku mikir sih 'ternyata ada juga yang menyukai dan menanti tulisanku untuk dirilis yaaa'. haha rada seneng! Lumayan nigkatin mood buat nulis.
Fyi, nulis di blog ini emang murni buah pikiran sih, jadi ga copas tulisan orang, buatnya sesuai pengalaman hidup, baik dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Jadi ditelaah dulu, baru deh ditulis biar bisa berbagi sama kalian, #eaaa. Tentunya butuh kesabaran berfikir, disela-sela skripsian tetap punya niat nulis di blog. Yup, kali ini bukan puisi romantika atau semacamnya, tapi ala artikel gitu topiknya tentang Menikmati Sabar. Selamat membaca. 😊
Butuh bersabar,
Ketika harus menunggu jawaban dengan waktu yang cukup lama, atau lebih lama dari apa yang kita perkirakan;
Fyi, nulis di blog ini emang murni buah pikiran sih, jadi ga copas tulisan orang, buatnya sesuai pengalaman hidup, baik dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Jadi ditelaah dulu, baru deh ditulis biar bisa berbagi sama kalian, #eaaa. Tentunya butuh kesabaran berfikir, disela-sela skripsian tetap punya niat nulis di blog. Yup, kali ini bukan puisi romantika atau semacamnya, tapi ala artikel gitu topiknya tentang Menikmati Sabar. Selamat membaca. 😊
Butuh bersabar,
Ketika harus menunggu jawaban dengan waktu yang cukup lama, atau lebih lama dari apa yang kita perkirakan;
Ketika harus mengantri dengan situasi yang terdesak dan kegiatan selanjutnya sudah menanti untuk dikerjakaan;
Ketika mempunyai harapan yang kita impikan namun belum terwujud;
Ketika sudah berusaha sekuat tenaga menyelesaikan pekerjaan namun tetap dipandang salah oleh atasan;
Ketika persepsi selalu dibantah dengan berjuta alasan dikarenakan status sosial;
Ketika kesetiaan dan kepercayaan kita dihianati;
Ketika kesetiaan dan kepercayaan kita dihianati;
Ketika merasa masalah selalu hadir bertubi-tubi dengan jarak waktu yang cukup singkat.
YA atau IYA?
Banyak orang ngalamin kok, gak kamu aja. :) ayo terusin bacanya.
Sabar adalah kata yang paling sering kita dengar dan paling sering kita ucapkan jika masalah datang menghampiri. Lima huruf yang tersusun menjadi satu kata yang diabaikan oleh beberapa orang karena sulit menerapkannya dan tidak berefek dalam penyelesaiannya. Mungkin hanya belum tersadar bahwa hal kecil tentu dapat merubah suatu hal yang besar dan menjadikannya lebih istimewa. Ada pepatah mengatakan sabar adalah ilmu yang tinggi, belajarnya seumur hidup. Yap, I think so. Kemudian ada lagi pepatah yang mengatakan bahwa orang sabar di sayang Tuhan. Bagaimana menurut kalian? bukankah Tuhan tetap sayang terhadap seluruh umatnya walau memiliki kesalahan sebesar apapun. Tuhan memberikan ganjaran pada manusia dikarenakan Beliau sayang dan mengasihi kita, agar kita belajar dan tau kesalahan, sehingga surga dan neraka sebenarnya sudah dapat kita rasakan sebagian kecilnya di dunia ini (menurut pandanganku loh). Sabar adalah kunci dari segalanya, walau kesuksesan yang diraih dalam hidup datang karena kompetensi, konsistensi, ketekunan, dan pengalaman, namun jika tanpa kesabaran maka semua akan terasa terburu-buru. Banyak hal yang tidak terpikirkan dengan matang, maka banyak hal kecil pula yang terabaikan.
Buru-buru hanya akan menguras energi karena lebih sering berakhir pada penyesalan. Ingin mengulang waktu kembali hanya sebuah angan yang tak mungkin dapat dirasakan kembali. Buru-buru dalam mengerjakan sesuatu hanya membuat lega sesaat karena energi dapat tersalurkan namun berfikir berat setelah menjalaninya. Lalu saat energi sudah terkuras, rasa emosipun menjadi bangkit dan sulit berfikir lebih jernih. Tenangkan pikiran dan sabarlah. Sabar memang berat, tentu lebih berat dari rindunya kisah Dilan, hehe:)_Sabar memang bukanlah perihal yang mudah, dengan sabar maka akan merasakan betapa jenuhnya, betapa getirnya, betapa sedihnya, betapa sakitnya, tergantung konteks persoalan. Nah jika seperti itu dimana letak kebahagiaan sabar? Sabar akan terasa menyenangkan jika dinikmati. Nikmati proses sabar, nikmati rasa gundah gulana atau rasa nano-nano lainnya yang terasa di hati dan pikiran. Kendalikan perlahan, ikhlaskan. Semua itu hal yang wajar, normally. Bersyukurlah karena rasa itu datang, sehingga masih merasa bahwa kita hidup, masih bisa merasakan segala emosi di hati dan masih bisa berfikir. 'Tidak semua orang hidup dengan kondisi hidup, karena ada orang yang mati pada hati dan pikirannya, namun secara fisik mereka hidup.' Bukankah hal itu lebih menyedihkan?
Selain menyenangkanya pada proses menikmati, setelah sabar selalu saja ada value yang diperoleh. Sharing dari pengalaman saya sendiri ya, setiap saya merasa dengan 'sadar' bahwa saya sedang sabar terhadap sesuatu, pasti selalu ada hal baru yang saya dapatkan setelahnya. Hal baru tersebut merupakan value untuk membentuk pribadi saya, membuat semakin dekat, mengenal diri sendiri, serta menerima kekurangan dan menghargai kelebihan diri.
Sabar merupakan ujian mengendalikan diri sendiri. Sabar tidak dapat dijalani dengan baik ketika tidak ada penerimaan dalam prosesnya, menerima segala hal yang terjadi dengan membiarkan hal tersebut terjadi tanpa kendali diri yang besar. Seberapapun tenaga yang dikerahkan untuk mengatasi dan mengontrol sesuatu tetap saja alam semesta memiliki timingnya sendiri dalam mewujudkan hal apapun yang diharapkan terjadi. Hal tersebut tidak dapat dikendalikan secara paksa oleh kehendak diri sendiri. Ada faktor besar didalamnya yang selama ini diabaikan dan malah menyalahkan keadaan. Menyalahkan keadaan adalah hal yang disukai manusia agar terlepas dari jeratan rasa bersalah. Sabar dengan penerimaan memang dipelajari, tidak dengan otomatis dirasakan. Rasa kepemilikan, rasa mengatur, rasa memegang kuasa diri dan rasa menjaga harga diri merupakan pemegang peranan besar di dalam diri. Beberapa hal tersebut terkadang menjadi faktor penghambat yang membuat diri menjadi sulit bersahabat dengan penerimaan. Benar-benar diri ini ya, sangat banyak keinginan dalam pemenuhan cita rasa pada hati dan pikirannya. Namun pada kenyataanya, lingkungan tidak selalu menyuguhkan hal yang dapat memenuhi keinginan itu. Lingkungan itu dinamis, terkadang membuat kita tertegun dan merasa bahagia dengan suguhan indah pada momen-momen tertentu, kadang juga membuat kita terpuruk dan terjebak.
Banyak kegiatan yang tanpa kita sadari sudah kita lakukan dengan sabar. Bahkan hanya untuk mendapatkan asupan oksigen, kita butuh menarik nafas, mengeluarkan nafas menggantikannya dengan oksigen yang baru. Proses yang bekerja pada dalam tubuh juga butuh kesabaran. Makanan yang kita inginkan juga melalui proses menunggu dan memilih dengan sabar. Memenuhi rasa haus dan lapar juga melalui proses dan butuh waktu untuk sabar dalam perjalanannya menuju perut lalu berproses memberikan sinyal ke otak bahwa perut sudah terisi :) Jika kita pikirkan lebih dalam lagi ternyata sabar hanya butuh waktu untuk menyadari proses yang sedang terjadi. Betapa nikmatnya hidup dengan kesadaran penuh, menikmati momen ini. Bukan penuh kegetiran terhadap bagaimana yang 'akan terjadi' beberapa waktu kedepan, atau hidup pada penyesalan yang sudah-sudah terjadi sebelumnya. Memang, perlu memikirkan keduanya (masa lalu dan masa depan) tapi tidak juga tenggelam serta larut pada situasi penyesalan masa lalu dan kegetiran masa depan. Mengingat masa lalu hanya untuk belajar tidak mengulangi kesalahan yang sama, memikirkan masa depan sebagai roadmap ke arah mana selanjutnya akan melangkah. Ingatlah untuk tidak melupakan apa yang didepan mata, apa yang saat ini seutuhnya sedang terjadi.
Lakukan beberapa tips ini untuk meningkatkan kesadaran dan menyadari proses sabar.
1. Rasakan kamu sedang bernafas, (tarik nafas, keluarkan). Syukuri bahwa kamu masih diberi kesempatan hidup.
2. Rasakan kamu sedang membuka mata, kamu bisa melihat kedua tanganmu, kamu bisa melihat apa yang ada di sekelilingmu.
3. Kamu sedang mendengar suara yang terdekat, mungkin suara kipas angin, suara detik jam dinding, suara binatang peliharaan, suara orang-orang disekitar, atau kendaraan yang sedang melaju ketika berada dipinggir jalan.
4. Kamu merasakan jantung yang masih tetap berdetak, semakin terasa bahwa kamu punya power untuk menghadapi masalah apapun, karena mesinmu aktif.
5. Mulailah berfikir lebih rasional, lebih jernih, bahwa momen yang dirasakan saat ini tidak sepenuhnya jelek, tidak sepenuhnya negatif. Kamu hanya butuh waktu untuk menyaksikan dan merasakan hal apapun yang terjadi saat ini.
6. Kamu berhak menentukan sesuatu, tentukan keputusan jika perlu, mencari solusi untuk kebaikan diri sendiri dan tidak merugikan orang lain.
7. Kamu berhak bahagia, berhak tenang pada situasi tersebut, kamu menerima segala konsekuensinya.
8. Katakanlah 'sabar, ini hanya sementara.'
9. Jalani dan tersenyumlah, senyum memang terkesan sepele namun senyum yang tidak ikhlaspun tetap memberi pengaruh positif untuk mental dan fisikmu.
Tidak ada yang tidak mungkin, kesabaran bisa dilatih. Jika hari ini belum bisa, lakukan lagi, dan lagi. Maka secara tidak sadar, sebenarnya kesabaran sudah dilakukan dengan mencoba berlatih sabar secara terus-menerus.
"Sabar memang pahit awalnya, namun manis pada akhirnya." (kalo pepatah ini aku pernah baca di quotes google)
tulisan ini juga sebagai #selfreminder, ingat kalo sabar belajarnya seumur hidup dengan masalah yang tidak terduga,
jadi.. yah semangat aja deh buat kita untuk belajar lebih sabar! hehe
Banyak kegiatan yang tanpa kita sadari sudah kita lakukan dengan sabar. Bahkan hanya untuk mendapatkan asupan oksigen, kita butuh menarik nafas, mengeluarkan nafas menggantikannya dengan oksigen yang baru. Proses yang bekerja pada dalam tubuh juga butuh kesabaran. Makanan yang kita inginkan juga melalui proses menunggu dan memilih dengan sabar. Memenuhi rasa haus dan lapar juga melalui proses dan butuh waktu untuk sabar dalam perjalanannya menuju perut lalu berproses memberikan sinyal ke otak bahwa perut sudah terisi :) Jika kita pikirkan lebih dalam lagi ternyata sabar hanya butuh waktu untuk menyadari proses yang sedang terjadi. Betapa nikmatnya hidup dengan kesadaran penuh, menikmati momen ini. Bukan penuh kegetiran terhadap bagaimana yang 'akan terjadi' beberapa waktu kedepan, atau hidup pada penyesalan yang sudah-sudah terjadi sebelumnya. Memang, perlu memikirkan keduanya (masa lalu dan masa depan) tapi tidak juga tenggelam serta larut pada situasi penyesalan masa lalu dan kegetiran masa depan. Mengingat masa lalu hanya untuk belajar tidak mengulangi kesalahan yang sama, memikirkan masa depan sebagai roadmap ke arah mana selanjutnya akan melangkah. Ingatlah untuk tidak melupakan apa yang didepan mata, apa yang saat ini seutuhnya sedang terjadi.
Lakukan beberapa tips ini untuk meningkatkan kesadaran dan menyadari proses sabar.
1. Rasakan kamu sedang bernafas, (tarik nafas, keluarkan). Syukuri bahwa kamu masih diberi kesempatan hidup.
2. Rasakan kamu sedang membuka mata, kamu bisa melihat kedua tanganmu, kamu bisa melihat apa yang ada di sekelilingmu.
3. Kamu sedang mendengar suara yang terdekat, mungkin suara kipas angin, suara detik jam dinding, suara binatang peliharaan, suara orang-orang disekitar, atau kendaraan yang sedang melaju ketika berada dipinggir jalan.
4. Kamu merasakan jantung yang masih tetap berdetak, semakin terasa bahwa kamu punya power untuk menghadapi masalah apapun, karena mesinmu aktif.
5. Mulailah berfikir lebih rasional, lebih jernih, bahwa momen yang dirasakan saat ini tidak sepenuhnya jelek, tidak sepenuhnya negatif. Kamu hanya butuh waktu untuk menyaksikan dan merasakan hal apapun yang terjadi saat ini.
6. Kamu berhak menentukan sesuatu, tentukan keputusan jika perlu, mencari solusi untuk kebaikan diri sendiri dan tidak merugikan orang lain.
7. Kamu berhak bahagia, berhak tenang pada situasi tersebut, kamu menerima segala konsekuensinya.
8. Katakanlah 'sabar, ini hanya sementara.'
9. Jalani dan tersenyumlah, senyum memang terkesan sepele namun senyum yang tidak ikhlaspun tetap memberi pengaruh positif untuk mental dan fisikmu.
Tidak ada yang tidak mungkin, kesabaran bisa dilatih. Jika hari ini belum bisa, lakukan lagi, dan lagi. Maka secara tidak sadar, sebenarnya kesabaran sudah dilakukan dengan mencoba berlatih sabar secara terus-menerus.
"Sabar memang pahit awalnya, namun manis pada akhirnya." (kalo pepatah ini aku pernah baca di quotes google)
tulisan ini juga sebagai #selfreminder, ingat kalo sabar belajarnya seumur hidup dengan masalah yang tidak terduga,
jadi.. yah semangat aja deh buat kita untuk belajar lebih sabar! hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar