Karya : Anak Agung Istri Dessy Sri Wangi
SEBUAH PERJALANAN
Tatkala ku menangis, menyesal
Tatkala ku marah, kecewa
Tatkala ku tertawa, bersyukur
Pergolakan rasa menggapai asa
Sungguh tak mudah
Rapuh, tertatih, bangkit perlahan
Sebuah perjalanan panjang
Tak bisa ku ungkap satu persatu
Banyak angan yang tersimpan, dalam
Tiap ku memanggilnya
Seperti membuka luka lama
Harapan yang terkubur
Kenangan-kenangan pahit
Bahagia dalam fana
Semua ada, dalam memori
Memori penuh warna
Warna suka maupun duka
Beriringan, berpegangan
Bak sebuah pasangan
Dari sanalah kita diingatkan
Supaya tidak lupa daratan
Sama seperti kehidupan dan kematian
Tak pernah terelakkan
KAMU DAN DIRIMU
Berjalan dalam langkah bimbang
Mau kemana?
Sadarkah kau dimana?
Saat ini juga, detik ini juga
Berjalan dalam langkah semu
Sorot tatapan pilu
Diam termengu
Terbungkam, membisu
Berjalan, terus berjalan
Seakan tak tau arah
Enggan rasanya
Kau menoleh sekitar
Bangunlah
Hentikan langkah sesaat
Kau butuh berhenti sejenak
Demi langkah lebih pasti
Sadar dan tau diri
Memang
Goncangan hati
Tak seorangpun tau
Sesal diri
Tak seorangpun tau
Terimalah
Berdamailah
Hanya kamu dan dirimu tau
Ke arah mana kau ingin melaju
Perjalanan masih panjang
Tinggalkan bimbang
Tinggalkan sesal
Tinggalkan ragu
Kau mampu
Berjalan, ke arah tujuan
Menuju noktah pengharapan
LANGKAH
Sepasang kaki mungil melangkah
Berjalan menyusuri bukit dan lembah
Gerak gerik melompat lincah
Bagai anak tak kenal lelah
Sepasang kaki mungil berlari
Menelusuri arah sinar mentari
Elok jejak bak menari
Indah nian bila dipandangi
Sepasang kaki mungil melaju
Bagai langkah kaki beradu
Tak pernah merasa jemu
Datang, kemudian berlalu
PERIHAL WAKTU
Waktu sang pendamping setia rindu
Saksi bagi jarak dan rasa beradu
Melawan senja berganti malam
Menahan hati mengupas kenangan
Waktu sang penyimpan rahasia
Bagi insan si penikmat senja
Tak pernah bosan, berucap semoga
Menanti pertemuan, tak tau kapan
Waktu sang pengobat luka
Benahi angan pernah jadi kecewa
Pemberi kesempatan kali kedua
Semoga kala itu ada
Waktu sang pemberi arti
Jarakmu jadi ruang terbaik
Karena hati butuh hari
Sendiri, nikmati sepi
RINDU BAGAI CANDU
Bukan hanya sekedar rindu
Namun candu
Tak sedetikpun dapat menghentikan rasa
Begitu adanya
Dalam dinginnya angin malam
Menikmati kenangan
Menulis harapan
Berharap cepat tiba, di sebuah penantian
Hadirmu tak pernah permisi
Merasuk dalam pikiran dan hati
Tak pernah sembunyi
Selalu menampakkan bayang diri
Bayangmu ikuti kemana ku pergi
Bahkan, memori tak pernah jemu mengingatmu
Kau boleh ambil hatiku
Namun jangan pikiranku
Ku takut, hilang kendali.
KEMBALI KE TITIK NOL
Seberapapun nikmat kau rasakan
Seberapapun air mata kau tumpahkan
Lika-liku hidup menghadang
Sedih, senang, amarah, kekecewaan
Dan penyesalan seringkali datang belakangan
Kau hanya diingatkan
Tuk selalu menapak kaki pada bumi
Menyadari, penuh arti
Bahwa hidup tak harus selalu mendongak
Bak burung gagak
Ataukah burung jalak nan elok tak terelak
Perlu diam sejenak
Kembali ke titik nol
Melepas semua atribut fana
Menyilaukan mata terlena dibuatnya
Karena
Dalam diam kau kan jelas mendengar
Dalam diam kau kan jelas merasakan
Asa dalam kalbu terdalam
Tersimpan kemurnian
Sejatinya pendakian jati diri
Ada dalam diri
Saat tak lagi terbawa arus duniawi
Kau kan mampu temukan dirimu sendiri