Kamis, 29 Agustus 2019

Karyaku pada kegiatan Lomba Menulis Ritech Expo 2019


SIAGA 4.0
(Search, Innovation, Analyse, Growth, Adaptation)

Cogito ergo sum - “aku berfikir maka aku ada” (Descartes). Sebuah ungkapan yang diutarakan oleh seorang tokoh filsafat menggugah diriku untuk memaknai buah-buah pemikiran menjadikan suatu karya. Melalui sebuah karya kita dapat meningkatkan eksistensi sebagai manusia dengan menggunakan potensi berfikir secara lebih maksimal. Aku gemar membaca hasil karya dalam bentuk tulisan dan gambar di media sosial. Jenis karyanya seperti puisi dan sajak disertai oleh gambar yang mencirikan nuansa dari karya sastra tersebut. Selain membaca, aku pun juga senang mengunggah hasil pemikiranku sendiri dalam bentuk puisi melalui akun sosial media Instagram. Siapa sangka, berawal dari membuka explore page pada Instagram, aku dipertemukan oleh kegiatan Ritech Expo. Ibu jariku terhenti menggeser foto selanjutnya, karena mataku fokus tertuju pada tulisan Ritech Expo. “Wah, dilihat dari nama kegiatannya, sepertinya keren nih” bisik ku dalam hati. Hal yang menarik dalam gambar tersebut adalah nuansa poster dan aneka kegiatannya.
Selanjutnya aku membuka website yang tertera pada gambar. Informasi yang disugguhkan pada website sangat lengkap yaitu menjelaskan profil beserta latar belakang kegiatan, tujuan kegiatan, dan penjelasan mengenai jenis kegiatan apa yang diadakan. Ritech Expo mengadakan pameran yang menurutku sangat istimewa, kaya akan ilmu, beragam informasi edukatif, inspiratif, dan tentunya sangat bermanfaat untuk berbagai kalangan. Pameran tersebut menyajikan berbagai hasil riset dan inovasi di bidang teknologi oleh para inovator yang keseluruhannya merupakan karya dari anak Bangsa Indonesia. Berbagai lomba juga diadakan seperti lomba foto, robotik, video, e-sport, menggambar, dan menulis. Aku langsung tertarik untuk mengikuti lomba menulis, sekaligus belajar mengenai tema yang digusung “IPTEK dan INOVASI dalam Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0”.
Pada hari Minggu, 25 Agustus 2019 aku datang mengunjungi Ritech Expo dengan penuh antusias. Hari itu diadakannya workshop oleh tatkala.co sekaligus technical meeting pelaksaan lomba menulis. Setiap booth aku amati untuk mencari tulisan tatkala.co. Aku bertanya kepada beberapa penjaga booth, dimana lokasi booth tatkala.co. Namun tak ada seorangpun penjaga booth yang mengetahui secara pasti. Ada yang mengatakan lurus kearah selatan, ada juga yang mengatakan tempatnya di jejeran booth yang berada pada bagian timur. Aku lalu hanya fokus mengikuti intuisiku ke arah manakah kedua kakiku berlabuh. Akhirnya sampai juga di lokasi booth tujuanku yang terletak paling ujung pada bagian barat. Setelah workshop usai, diriku menjadi semakin semangat untuk menyusuri booth, menggali informasi, dan mencoba berbagai teknologi canggih yang merupakan karya anak Bangsa Indonesia.
Selanjutnya langkah kakiku menuju ke arah booth Institut Teknologi 10 Nopember. Sambutan ramah diberikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang menjelaskan karya tersebut. Pada booth ITS, aku mencoba 3D Virtual E-Museum (Interaksi pada museum virtual menggunakan pengindera tangan dan penyajian stereoscopic 3D). Disana juga terdapat display robot yang diberikan nama Tim Vi-Rose (kategori robot seni tari indonesia) dan Tim Ichiro (kategori robot sepakbola humanoid). Aditya Tama, S.Hum sebagai Humas dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa tim robot yang dipajang tersebut telah meraih kejuaraan di ajang nasional maupun internasional. Tak melewatkan sesi foto di booth tersebut, kemudian diunggah pada instastory sebagai persyaratan untuk mendapatkan sebuah goodie bag yang didalamnya terdapat perlengkapan alat tulis.


Terdengar suara sorakan dan riak tawa dari beberapa pengunjung membuat mataku tertarik untuk melirik ke arah sumber suara. Ternyata booth dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang mengadakan kuis. Hal tersebut membuat aku menjadi penasaran, kemudian masuk ke dalam kerumunan dan berada pada barisan paling pertama. Bapak yang memberikan pertanyaan kuis lalu menyebutku “Wah, mbak ini terlihat semangat sekali, mau jawab pertanyaan ya mbak?” aku langsung menjawab sambil tersenyum, “Ya, tentu Bapak” yang lain menoleh ke hadapanku. Lucunya sudah terlewat tiga pertanyaan, namun satu pertanyaanpun belum bisa aku jawab. Orang-orang disekitarku sibuk dengan gadget masing-masing untuk membuka internet. Ternyata memang diperbolehkan mencari jawaban kuis melalui media internet. Aku dengan segera membuka google dan membaca-baca seputar topik yang menyangkut pertanyaan mengenai RISHA (Rumah Instan, Sederhana, Sehat). Tepat sekali pertanyaan kuis selanjutnya sesuai dengan halaman internet yang sudah terbaca. Spontan diriku mengangkat tangan dan mendapatkan kesempatan menjawab. Beruntungnya jawabanku benar, sehingga mendapatkan hadiah satu buah flashdisk.


 Tidak terhenti pada booth itu saja, aku berkelana ke booth-booth lainnya mencari hal baru yang bisa aku coba. Selanjutnya aku mencoba sepeda listrik karya mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha, mengitari jalan pada seputaran booth Ritech Expo. Kemudian aku berkunjung booth BPOM dan mengikuti kuis online. Jawabanku kebetulan benar semua karena jawaban semua pertanyaannya ada di brosur yang diberikan oleh staff BPOM yang menjaga booth. Sehingga dengan senang hati aku mendapatkan sovenir berupa pulpen, stabilo, goodie bag, dan tumbler. Hal yang mendasari aku datang ke pameran adalah dengan tujuan untuk menjawab rasa penasaran serta menggali wawasan baru dan mempersiapkan diri terkait hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.
 Hari berikutnya aku kembali datang mengunjungi pameran pada hari Selasa, 27 Agustus 2019. Suasana siang yang begitu hangat membuat diri ini menjadi semakin semangat mengunjungi pameran. Aku mulai mencari sasaran staff yang tepat untuk aku berikan pertanyaan mengenai Revolusi Industri 4.0. Booth yang aku kunjungi adalah booth Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Bapak Azhar yang merupakan staff bagian BISBY (Balai Riset dan Standardiasi Industri Surabaya) menjelaskan bahwa pentingnya berinovasi ke arah teknologi pada Revolusi Industri 4.0 karena dapat meningkatkan efisiensi berbagai bidang industri. Selain hal itu, Sumber Daya Manusia (SDM) dapat melakukan pekerjaan yang lebih urgent serta lebih memaksimalkan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dibandingkan pekerjaan hal-hal kecil yang sebenarnya dapat dibantu oleh alat/teknologi.  


 Berdasarkan infromasi yang didapatkan melalui kegiatan pameran Ritech Expo, terlintas sebuah pemikiran agar masyarakat Indonesia memiliki kesiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan melakukan SIAGA 4.0. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), siaga memiliki arti siap sedia dalam menghadapi situasi tertentu. Adapun arti SIAGA yang muncul dalam pemikiranku adalah singkatan dari Search, Innovation, Analyse, Growth, Adaptation yang dapat dijelaskan sebagai berikut. Search (mencari) penjelasannya yaitu dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 sudah seharusnya kita sebagai sumber daya manusia memanfaatkan sumber daya informasi melalui berbagai media untuk meningkatkan kualitas pada diri. Perlunya SDM belajar banyak hal dengan sudut pandang yang baru. Etos inilah yang perlu dipupuk agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
Innovation (inovasi) memiliki pengertian bahwa pentingnya SDM berfikir kreatif dan berinovasi sesuai potensi yang dimiliki. Pada Revolusi Industri 4.0 akan memaksimalkan teknologi,sehingga SDM juga harus meningkatkan keberanian dalam meningkatkan kemampuan diri dan merealisasikan teori yang sudah dipelajari. Dengan demikian kemampuan berfikir SDM akan seimbang dengan teknologi yang dikembangkan dan mampu meningkatkan daya saing. Selanjutnya penjelasan mengenai Analyse (analisis) adalah Sumber Daya Manusia sebaiknya tetap menganalisis hal-hal apa saja yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Industri 4.0. Metode perencanaan strategis analisis SWOT sangat diperlukan dalam pengembangan ide, diantaranya mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Penjelasan berikutnya Growth (bertumbuh) yang artinya Sumber Daya Manusia sudah seharusnya memiliki tekad kuat dalam bertumbuh dan berani untuk menghadapi tantangan yang ada pada Revolusi Industri 4.0. Tantangan sudah pasti ada, namun hal itulah yang membuat diri menjadi semakin bertumbuh.
Penjelasan dari kata terakhir yaitu Adaptation (adaptasi) memiliki pengertian bahwa ketika ancaman datang, manusia sebagai makhluk yang kreatif seharusnya menyadari bahwa dirinya akan mampu beradaptasi. Hal itu dikarenakan manusia merupakan spesies yang paling adaptif terhadap berbagai situasi. Sehingga Industri 4.0 akan menjadi tantangan baru yang siap ataupun tidak siap harus dihadapi oleh seluruh tenaga kerja Bangsa Indonesia.
Dinamika perekonomian yang semulanya tersentralisasi oleh manusia sebagai subjek dalam pertumbuhan perekonomian kemudian perlahan tergeser tergantikan oleh digitalisasi teknologi untuk pergerakan kemajuan perekonomian. Diharapkan melalui SIAGA 4.0 dapat menjadi panduan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kesiapan menghadapi era revolusi industri dan menghadapi berbagai tantangan yang muncul.