Rabu, 19 Juni 2019

Selamat bertambah umur

Kau yang sedang menyadari
Langkahmu t'lah tiba, di pergantian tahun
Usiamu tak lagi sama
Satu tahun, beranjak dewasa

Apa kabarmu hari ini
Sudahkah 'kau mensyukuri
Sudahkah 'kau bahagiakan diri
Agar tak sia-sia, tiap tahun terlewati

Karna hidup bukan ajang gengsi
Gelak canda tawa, pantasnya dari hati
Bahagiakan orang lain, itu penting
Tapi ingat kebahagiaan diri

Dewasa tak hanya pada tutur kata
Bijaksana itu lebih berharga
Semakin banyak kau inginkan
Semakin banyak kau lepaskan
Seimbangkanlah, seimbangkanlah
Sederhanakanlah keinginanmu...
Selamat bertambah umur
Indahkan pada tujuan hidupmu...


Awalnya aku hanya ingin menulis sajak, namun ketika jemari ini sudah mendarat pada tuts keyboard mulailah mencari nada-nada yang menyesuaikan dengan tema sajak tersebut. Ini merupakan sajak bagi seseorang yang bertambah usia alias ulang tahun. Lagunya sudah jadi, tapi belum bisa publish karena upload hanya dibatasi melalui video, semoga nanti punya channel youtube deh supaya bisa share tautan youtube ala ala youtubers gitu, haha...
Isi sajak adalah sebuah penyadaran diri agar memaknai bertambah usia lebih bijaksana dan lebih berfokus pada hal-hal apa saja yang sudah di syukuri, pencapaian diri, keseimbangan hidup, kesederhanaan, dan kebahagiaan diri yang seutuhnya dengan tidak selalu mendengarkan kata orang untuk mencapai masa depan kita. Karena tidak semua memberikan support yang sesuai untuk dirimu. Jalani tujuanmu dengan lebih memaknai arti dari tujuan tersebut, sesuaikan dengan passionmu. Akan ada kekuatan yang lebih besar ketika kita menjalani aktivitas ke arah  tujuan yang memang disenangi. Semakin besar cinta pada tujuan tersebut semakin besar kekuatan alam merespon, semakin banyak keajaiban dan kebahagiaan disana. ♥️

Cukup sampai dirimu saja

Semoga berkah selalu di bulan Ramadhan ini ya kawan
Selamat Idul Fitri bagi saudara sekalian yang merayakan 

Mengisi waktu luang kali ini paling asik itu ngeblog sambil menunggu rasa kantuk hadir lalu lanjut istirahat untuk menyambut hari yang baru di esok hari.

Mulai bahasnya dari mana yah, 
Well, setiap orang pasti pernah dinilai oleh orang lain kan? atau melakukan penilaian terhadap orang?  Baik dari segi penampilan fisik, atribut yang dikenakan, dan mengenai karakter orang lain. Seringkali menilai itu pekerjaan pikiran yang useless dan bukanlah sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Yap, menilai itu bagaikan candu. Rasanya kurang bila bertemu dengan orang baru atau hanya sekedar melihat orang yang hanya numpang lewat di sekitar kita tanpa memberikan sebuah peilaian. Huy guys, apakah kalian sadar kalau menilai menjadi sebuah kebiasaan tanpa dilakukan dengan bijaksana malah akan menguras energy kalian? Yahhh, you shouldn't pay attention with anything you see.

Jelas, karena tidak semua hal penting, dan patut dipilah dengan baik. Ketika sedang menilai suatu hal, sudah tentu pikiran kita menyita waktu demi melakukan penilaian yang kita berikan. Apakah kalian sadar jika penilaian yang cukup ekstrim terhadap orang lain secara tidak langsung anda memberikan label terhadap orang tersebut? apalagi terkadang secara tidak sadar memberikan komentar yang mengarah pada penghakiman? menghakimi orang lain? It's bad behaviour guys!

Kita sudah sama-sama mengetahui bahwa setiap orang di muka bumi ini tidaklah sempurna, sehingga perlunya kesadaran dalam mengamati diri sendiri terlebih dahulu dari segi fisik dan attitude, mengetahui kualitas diri, kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan demikian hal tersebut akan menyadarkan diri kita untuk berperilaku yang lebih baik ke orang lain. Lalu bahasan ini arahnya kemana ya? apakah penilaian itu salah? Nope. Menilai orang lain itu tidak salah, namun perlu lebih bijaksana dan dibatasi. Penilaian akan selalu ada loh. Why? Karena kita memiliki pikiran, kita memiliki kemampuan yang dapat digunakan selalu dalam menimbang berbagai hal, dan tergerak terus berfikir tanpa diminta. Sehingga penilaian pasti akan selalu ada. Namun dengan lebih menyadari diri sendiri dan kualitas yang kita miliki, maka penliaian akan lebih cenderung ke arah yang positif ke ke orang lain. Penilaian dari segi positif akan diperoleh melalui value dari kualitas diri orang lain. Value tersebut melalui kisah hidup, penampilan, cara bersikap, yang mampu diambil hikmahnya dalam memperbaiki kualitas diri. Penilaian pula dapat lebih dikuatkan dalam memberikan apresiasi ataupun dukungann terhadap orang lain. Itulah disebut penilaian yang dilakukan secara bijaksana. Baik untuk diri kita dan tidak memberikan nuansa negatif ke orang lain. Hehehe kalau di simbiosis disebut Simbiosis Komensalisme 😆

Lalu apa hubungannya dengan title? "Cukup sampai dirimu saja"
hahaha ya jadi gini, mengenai penilaian itu hanya pendahuluan saja, eh tapi jadi panjang juga ya bahasnya. Yap kadang saat melakukan penilaian ke orang lain, pikiran ini secara licik mengetahui kekurangan orang tersebut, tanpa diarahkan. Yap karena pikiran memang di desain untuk mengetahui yang baik dan buruk. Bukan hanya yang baik-baik saja, ataupun yang buruk-buruk saja. Itulah pentingnya melatih kebijaksanaan dari diri agar mampu memilah dan memilih yang terbaik untuk dijadikan makanan pada pikiran kita dan diri kita. Ketika menilai orang lain dan mengetahui sisi buruknya, usahakan untuk menjaga senjata boomerang kita yaitu ucapan. Tidak usah disebarkan dengan cara bergosip dengan orang lain, baik itu teman terdekat, keluarga, pasangan. Hal tersebut tidaklah perlu diceritakan demi adanya topik bahasan. Masih banyak ada topik di dunia ini, lebih dari 1001 topik. Misalkan pertanyaan yang cukup out of the box "Kira-kira kamu pernah ngebayangin gak kalau kamu jalan-jalan ke bulan?" atau "Bumi itu bentuknya bulat atau segiempat? Hahaha lebih ga penting lagi ya, tapi ya gitu maksudnya banyak banget topik bahasan selain bahas orang lain. 

Hal apapun yang kita dapatkan informasi mengenai orang lain yang munculnya dari pikiran kita, terlebih informasi not good bagi orang tersebut atau merupakan kelemahannya, hmm please... Shut up lah (: Cukup sampai dirimu saja yah. Cukup. 

Hehe, salam kasih dariku...
Mari tidur 
Semoga besok aktivitas lancar dan menjalani hari dengan semangattt 
Ingat, simpan energi untuk tidak menilai orang secara berlebihan.

Nb:
Pembahasan ini bukan untuk penilaian saat penjurian ya guys. Itupun saat penjurian ada kriteria penilaiannya yang memang harus dinilai untuk kepentingan kompetisi. So that's different yap!